
Terakhir Diperbarui: 24 Mei 2024 | Waktu baca: 40 Menit
Dalam hierarki busana tradisional Jepang, jika Kimono dianggap sebagai "gaun" atau "kemeja", maka Hakama (袴) adalah elemen yang memberikan struktur, martabat, dan siluet yang kuat. Seringkali disalahpahami sebagai sekadar "celana lebar" atau "rok pria", Hakama sebenarnya adalah simbol status, sejarah, dan nilai-nilai moral yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun.
Artikel ini akan membawa Anda menelusuri lorong waktu sejarah Hakama, membedah anatominya yang rumit, hingga memahami mengapa busana ini tetap menjadi primadona di universitas-universitas Jepang saat musim kelulusan dan di aula latihan bela diri (Dojo).
1. Apa Itu Hakama? Definisi dan Evolusi Bentuk
Hakama adalah jenis pakaian tradisional Jepang yang dikenakan di atas kimono. Ia diikat di pinggang dan jatuh hingga ke pergelangan kaki. Secara visual, Hakama dicirikan oleh lipatan-lipatan vertikal yang tajam dan tali pengikat yang panjang (Himo).
Evolusi dari Zaman Kofun hingga Zaman Edo
Asal-usul Hakama dapat ditarik kembali ke abad ke-6 (Zaman Kofun). Pada awalnya, Hakama dikenakan oleh kaum pria dan wanita di istana kekaisaran. Namun, seiring berjalannya waktu, fungsi dan bentuknya berubah:
- Zaman Nara & Heian: Hakama menjadi pakaian wajib bagi kaum bangsawan istana (Kuge). Wanita istana mengenakan Uchiki-hakama yang sangat panjang dan menyapu lantai.
- Zaman Kamakura & Muromachi: Munculnya kelas Samurai mengubah fungsi Hakama menjadi pakaian praktis untuk berkuda dan bertempur.
- Zaman Edo: Hakama menjadi pakaian formal bagi kaum pria kelas atas. Pada masa ini, aturan mengenai warna, material, dan pola menjadi sangat ketat berdasarkan status sosial.
2. Anatomi Hakama: Lebih dari Sekadar Kain
Memahami Hakama berarti memahami komponen-komponennya yang unik. Tidak seperti celana modern, Hakama tidak menggunakan kancing atau ritsleting.
Komponen Utama:
- Hida (Lipatan): Hakama memiliki tujuh lipatan (lima di depan, dua di belakang). Lipatan ini bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna filosofis mendalam (akan dibahas di bagian filosofi).
- Koshi-ita: Sebuah papan pengeras berbentuk trapesium di bagian belakang. Fungsinya adalah untuk menjaga postur punggung tetap tegak dan mendukung Obi.
- Himo (Tali Pengikat): Terdiri dari empat tali (dua panjang di depan, dua pendek di belakang) yang digunakan untuk mengunci Hakama di pinggang.
- Matachi: Celah di samping Hakama yang memudahkan gerakan kaki dan akses ke kantong kimono di dalamnya.
3. Jenis-Jenis Hakama: Umanori vs. Andon
Banyak orang tidak menyadari bahwa ada dua konstruksi utama Hakama:
A. Umanori Hakama (馬乗り - Hakama Berkuda)
Ini adalah jenis "celana" yang memiliki pembagi di antara kedua kaki. Seperti namanya, Umanori dirancang agar pemakainya bisa menunggang kuda dengan nyaman. Jenis ini umum digunakan untuk bela diri dan acara formal pria.
B. Andon Hakama (行灯 - Hakama Lentera)
Jenis ini tidak memiliki pembagi kaki, sehingga fungsinya lebih mirip dengan "rok" panjang. Andon Hakama dikembangkan pada zaman Meiji untuk memudahkan wanita (terutama siswi sekolah) saat harus duduk di kursi sekolah yang mulai mengadopsi budaya Barat. Inilah jenis yang paling sering digunakan wanita untuk wisuda saat ini.
4. Filosofi Tujuh Lipatan (Hida)
Dalam bela diri Jepang (Budo), Hakama bukan sekadar seragam. Setiap lipatan merepresentasikan tujuh nilai utama Bushido (Jalan Ksatria):
- Jin (仁 - Kebajikan): Kasih sayang dan kemurahan hati.
- Gi (義 - Keadilan): Integritas dan melakukan hal yang benar.
- Rei (礼 - Etiket): Rasa hormat dan kesantunan.
- Chi (智 - Kebijaksanaan): Pengetahuan dan pemahaman mendalam.
- Shin (信 - Ketulusan): Kejujuran dan kepercayaan.
- Chu (忠 - Kesetiaan): Dedikasi terhadap tugas dan pemimpin.
- Koh (孝 - Bakti): Rasa hormat kepada orang tua dan leluhur.
Memakai Hakama berarti "memakai" nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari dan latihan.
5. Hakama untuk Bela Di (Budo)
Dalam olahraga bela diri seperti Aikido, Kendo, Kyudo, dan Iaido, Hakama adalah elemen krusial.
- Kendo: Hakama tebal digunakan untuk melindungi kaki dan memberikan siluet yang mengintimidasi lawan.
- Aikido: Gerakan melingkar dalam Aikido membuat Hakama terlihat sangat estetis. Selain itu, Hakama membantu menyembunyikan gerakan kaki dari lawan, sebuah taktik lama para Samurai.
- Kyudo (Panahan): Hakama memberikan stabilitas visual dan postur yang tegak saat memanah.
6. Tradisi Hakama Kelulusan (Graduation Hakama)
Bagi wanita di Jepang, momen kelulusan universitas identik dengan penggunaan Hakama yang dipadukan dengan Kimono motif Furisode atau Nishiki.
Mengapa Wanita Memakai Hakama saat Wisuda?
Tradisi ini bermula pada era Meiji. Saat itu, wanita mulai diizinkan menempuh pendidikan tinggi. Hakama dianggap lebih praktis daripada Kimono biasa karena memungkinkan langkah kaki yang lebih lebar saat berjalan menuju sekolah atau duduk di bangku. Seiring waktu, Hakama menjadi simbol "wanita terpelajar" dan intelektualitas.
Tren Modern: Kini, Hakama wisuda sering hadir dengan warna-warna berani seperti gradasi ungu ke biru, atau merah dengan bordir bunga sakura di bagian bawah.
7. Panduan Memakai Hakama (Kitsuke Basics)
Memakai Hakama memerlukan teknik pengikatan tali (Himo) yang kuat namun nyaman.
- Langkah 1: Kenakan Kimono dan ikat dengan Hana-soft obi (obi tipis).
- Langkah 2: Masukkan kaki ke dalam Hakama, pastikan bagian depan menutupi pusar.
- Langkah 3: Tarik tali depan ke belakang, silangkan, lalu bawa kembali ke depan untuk membuat simpul atau menyilangkannya di bawah perut.
- Langkah 4: Letakkan Koshi-ita di atas simpul tali depan di bagian belakang.
- Langkah 5: Tarik tali belakang ke depan, ikat dengan simpul dekoratif (seringkali berbentuk seperti busur atau Koma-musubi).
8. Perawatan dan Cara Melipat Hakama
Melipat Hakama adalah "bencana" bagi pemula jika tidak tahu caranya. Karena memiliki banyak lipatan, Hakama harus dilipat mengikuti garis aslinya agar tidak kusut.
- Penyimpanan: Jangan pernah menggulung Hakama. Gunakan teknik lipatan tradisional yang menghasilkan bentuk persegi panjang rata.
- Pencucian: Sangat disarankan untuk dry clean, terutama untuk Hakama berbahan wol atau sutra. Untuk Hakama bela diri berbahan katun indigo, cuci dengan tangan untuk menjaga warnanya tetap awet.
9. Kesimpulan
Hakama adalah jembatan antara masa lalu yang heroik dan masa kini yang penuh harapan. Baik Anda seorang praktisi Aikido yang mengejar kesempurnaan teknik, atau seorang mahasiswi yang merayakan keberhasilan akademis, mengenakan Hakama adalah cara untuk menghargai tradisi, martabat, dan nilai-nilai luhur Jepang.
Daftar Pustaka / Referensi Acuan
- Dalby, Liza. (2001). Kimono: Fashioning Culture. University of Washington Press. (Membahas sejarah perubahan busana wanita dari Kimono ke Hakama di era Meiji).
- Stevens, John. (1993). The Secrets of Aikido. Shambhala Publications. (Referensi mengenai filosofi Hakama dalam bela diri).
- Milhaupt, Terry Satsuki. (2014). The Kimono: A Modern History. Reaktion Books.
- All-Japan Kendo Federation. Standard Manual of Kendo Equipment and Etiquette.
- Kyoto Costume Institute. Fashion: A History from the 18th to the 20th Century. Taschen.
- Himeji Kimono Internal Archive. Panduan Praktis Memilih Hakama Berdasarkan Tinggi Badan.
- Museum Nasional Tokyo. Koleksi Tekstil dan Pakaian Zaman Edo.
Komentar
Posting Komentar