Konnichiwa, Minna-san! Siapa di sini yang masih bingung membedakan antara si anggun Kimono dan si ceria Yukata? Tenang saja, Anda tidak sendirian! Kedua pakaian tradisional Jepang ini memang terlihat mirip, tapi punya "aturan main" dan kesempatan pakai yang berbeda lho!
Cek juga: Menyingkap Pesona Kimono dan Yukata
Yuk, kita bedah perbedaan keduanya dengan nuansa yang fun dan pastinya anti-ribet!
๐คฉ Sekilas Sejarah: Dari Jubah Mandi Jadi Bintang Festival!
Percaya atau tidak, yukata itu punya akar dari pakaian mandi!
Zaman Asuka & Heian: Lahir sebagai Yucho atau Yukatabira. Kain linen ini dipakai bangsawan setelah mandi uap, tujuannya untuk melindungi kulit dari uap panas. Jadi, dulunya seperti handuk mewah!
Zaman Edo: Saat pemandian umum (onsen/sento) mulai menyebar, yukata menjadi populer sebagai jubah mandi yang dipakai setelah berendam. Kemudian, ia bertransisi menjadi pakaian tidur, sampai akhirnya menjadi pakaian santai harian.
Masa Kini: Meskipun sebagian orang masih memakainya setelah mandi (seperti bathrobe), yukata yang kita kenal sekarang adalah bintang utama di acara-acara musim panas!
๐ฏ Perbedaan Paling Mencolok: Kapan dan Bagaimana Memakainya?
Inilah ringkasan paling penting untuk membedakan keduanya, seperti membedakan gaun malam dan summer dress!
| Fitur | ๐ธ YUKATA (Casual Summer Dress) | ๐ KIMONO (Formal/Semi-Formal Wear) |
| Kapan Dipakai? | Musim Panas (Juni-Agustus). | Sepanjang Tahun. |
| Kesempatan | Sangat santai: Festival kembang api, festival musim panas (Natsu Matsuri), onsen, jamuan makan santai. | Beragam, dari sangat formal (pernikahan) hingga sehari-hari (komon). |
| Lapisan Dalam (Wajib)? | TIDAK WAJIB Nagajuban. Cukup pakaian dalam tipis (kamisol, tank-top). | WAJIB pakai Nagajuban (dalaman panjang) + Haneri (kerah dekoratif). |
| Bahan Kain | Katun, Linen, Campuran Katun/Linen, Polyester. Tipis dan menyerap keringat. | Sutra, Wol, Katun, dan bahan lain yang sesuai musim dan tingkat formalitas. |
| Furing/Lapisan | Tidak berfuring (Unlined). | Biasanya berfuring (lined) kecuali hitoe (musim panas) atau ro (ro komon). |
| Alas Kaki & Kaus Kaki | Geta (sandal kayu) & TIDAK wajib pakai Tabi (kaus kaki jari). | Zori (sandal formal/semi-formal) & WAJIB pakai Tabi putih. |
| Aksesoris Obi | Obi lebih tipis/pendek, lebih mudah diikat (simpul sederhana, seperti bow). | Obi tebal/panjang, butuh Obiage (syal), Obijime (tali), dan Obidome (bros obi). |
๐งต Detail Bahan: Polyester yang Cepat Kering!
Karena yukata identik dengan musim panas dan festival, bahannya haruslah nyaman dan cepat kering:
Yukata: Katun dan linen adalah pilihan klasik. Tapi, yukata polyester belakangan ini juga naik daun! Kenapa? Karena warnanya cerah, menyerap air dengan baik, dan yang terpenting: cepat kering setelah dicuci! Sangat praktis untuk event yang on-the-go!
Kimono: Kualitas ditentukan oleh tenunan dan pewarnaan. Sutra mendominasi kimono formal, sedangkan katun dan wol untuk kimono kasual (komon atau tsumugi).
๐ Aksesori: Beda Dress Code, Beda Blings!
Yukata: Aksesori minim dan sederhana. Obi yang dipakai umumnya tipis (Hanhaba Obi atau Heiko Obi). Anda bisa fokus pada Kanzashi (hiasan rambut) yang ceria dan Geta yang nyaman.
Kimono: Ini baru lengkap! Anda memerlukan Nagajuban (dalaman), Haneri (kerah), Obiita (papan obi), Obimakura (bantal obi), Obiage, Obijime, dan Obidome! Semuanya berlapis, bertujuan agar kimono tetap rapi dan fit sempurna di badan.
Jadi, intinya: Yukata adalah pakaian musim panas yang riang, santai, dan minimalis. Sedangkan Kimono adalah pakaian berlapis dengan hierarki formalitas yang ketat!
Sekarang Anda sudah jadi ahli Yukata vs. Kimono! Jangan salah kostum lagi ya! ๐
Anda ingin tahu lebih lanjut tentang jenis-jenis kimono berdasarkan TPO (Time, Place, Occasion)? Kami akan bahas lebih dalam di postingan berikutnya!
#rentalkimono #kimonojogja #yukatarental #kimonorental #kitsuke #kimono #sewakimono #sewakimonojogja #kimonoday #YukataVSKimono #JapaneseFashion #KitsukeTips #Nagajuban #Geta #Zori

Komentar
Posting Komentar