Konnichiwa, Minna-san~
Hahaha! Judulnya saja sudah jujur banget ya! Jujur, kami sendiri bertanya-tanya: Ini acara tahun kapan?!? Kami baru sempat mem-posting kenangan manis ini sekarang. Anggap saja ini time capsule kitsuke yang baru dibuka!
Kami yakin, acara ini jauh sebelum pandemi Covid melanda. Ini adalah momen saat event Jejepangan di Jogja masih langka, dan salah satu yang paling berkesan adalah Okaeri UGM, yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi UGM.
💖 Bertemu Idola dan Merayakan Budaya
Di acara inilah kami bertemu dengan beberapa teman kimono dan juga tokoh yang menginspirasi:
Akina-chan: Saat itu, dia masih jadi mahasiswa UNY dan menjadi salah satu pengisi acara (ngedance! Keren!). Senang sekali melihat teman sesama pecinta budaya Jepang ikut memeriahkan acara.
Cinta Ai-sensei: Kami juga sempat bertemu dengan Sensei yang luar biasa ini! Sayangnya, foto selfie atau foto grup kami sepertinya hilang ditelan waktu (hiks...), tapi pertemuannya tetap teringat jelas!
Dulu, event Jejepangan seperti ini masih sangat berisikan budaya tradisional (yang mana bagus!), berbeda dengan tren saat ini yang sudah menjamur dengan fokus berbeda. Sedih memang, Okaeri UGM sepertinya sudah tidak lagi diselenggarakan.
[Image: image_af19cb.png showing the blogger in a kitsuke ensemble (black wool hitoe with red circles, sensu pattern obi, geta) at an event, likely the Okaeri UGM.]
🤩 Filosofi Kimono Masa Kini: Ber-Kimono Tanpa Perlu Alasan!
Meskipun tren berubah dan acara favorit lama menghilang, satu hal yang pasti: Semangat ber-kimono kami tidak akan pernah pudar!
"Dunia terus berubah, tren juga ikut berubah, saya juga sudah tidak perlu lagi terlalu banyak alasan untuk memakai kimono ^w^. Sekarang menurut saya, segala acara boleh-boleh saja memakai kimono."
Setuju 100%! Dulu, kami mungkin butuh "alasan" seperti festival atau pernikahan. Sekarang? Kimono adalah pernyataan gaya, hobi, dan passion! Kami tidak perlu lagi izin dari siapapun untuk tampil beda dan cantik dengan kimono!
Kami bahkan berpikir: "Mungkin kimono dan kitsuke di Indonesia akan berakhir di masa saya, jadi saya saat ini akan sebanyak mungkin membuat memori dengan kimono-kimono saya ^w/." Sebuah pemikiran yang manis sekaligus mengharukan! Mari kita ciptakan memori sebanyak mungkin dengan keindahan warisan budaya ini!
👘 Rundown Kitsuke Anti-Dingin dan Anti-Gerah
Untuk acara ini, kami memilih ensemble yang nyaman dan ceria, cocok untuk event yang indoor maupun outdoor:
| Item Kitsuke | Detail Pilihan | Keterangan Gaya |
| Kimono | Wool Hitoe Background Hitam dengan Bulat Merah | Hitoe berarti tanpa furing/lapisan. Bahan wool (wol) sangat nyaman, cocok untuk udara Jogja yang kadang sejuk. Motif bulat-bulat merah memberikan kesan playful. |
| Obi | Hiraki Nagoya Obi Katun Motif Sensu | Obi katun sangat nyaman dan santai. Motif sensu (kipas) menambah sentuhan Jepang yang klasik. |
| Eri (Haneri) | Merah Polkadot Putih dan Renda Putih | Kerah berlapis lace yang manis, memberikan kontras ceria dengan kimono hitam. |
| Obiage & Obijime | Merah & Putih-Pink | Koordinasi warna yang manis, menyeimbangkan warna hitam pada kimono. |
| Alas Kaki | Kaus Kaki dan Geta | Pilihan footwear yang kasual dan otentik untuk event Jejepangan. |
Sungguh kenangan indah dari masa lalu yang mengingatkan kami betapa serunya komunitas kimono di Jogja. Mari kita teruskan passion ini!
Kapan terakhir kali Anda berani memakai kimono di acara yang tidak terduga? Ceritakan momen berani Anda!
#rentalkimono #kimonojogja #yukatarental #kimonorental #kitsuke #kimono #sewakimono #sewakimonojogja #kimonoday #OkaeriUGM #Jejepangan #WoolKimono #KitsukeLife #Throwback


Komentar
Posting Komentar